Friday, March 27

Bagaimana Stress Membuat Anda Sakit? -bagian III-

Pada artikel bagian pertama dan kedua telah banyak dibahas tentang apa saja respon tubuh terhadap stressor dan bagaimana pikiran buruk Anda dapat menghasilkan hormon-hormon yang dapat membuat Anda sakit. Pada bagian ketiga ini akan dibahas bagaimana sistem saraf otonom juga mendukung munculnya kondisi yang tidak sehat pada tubuh Anda di saat pikiran stress muncul.

Sistem saraf otonom adalah sistem saraf yang bekerja secara otomatis atau tidak dapat Anda kendalikan. Contoh paling sederhana adalah bernapas dan berdetaknya jantung Anda. Anda tidak dapat memaksakan diri untuk menghentikan denyut jantung. Anda bisa saja menahan napas, tapi dalam jangka waktu tertentu Anda pasti akan secara otomatis menarik napas kembali.

Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua, sistem saraf simpatis dan parasimpatis. Seperti penjelasan pada artikel bagian kedua, simpatis dan parasimpatis bekerja berlawanan. Saat stressor muncul, sistem simpatis yang bekerja, baru kemudian sistem parasimpatis meredakan efek simpatis saat stressor berlalu. Sayangnya, pada saat Anda stress berkepanjangan karena masalah pekerjaan, keluarga, atau apapun itu, stressor akan terus ada dan tidak begitu saja berlalu sehingga efek simpatis juga bertahan lama dalam tubuh Anda. Beberapa efek simpatis juga telah dibahas pada artikel sebelumnya, yaitu peningkatan kecepatan nadi, kekuatan pompa jantung, kekuatan otot, kadar gula darah, serta laju metabolism tubuh.

Sistem pencernaan juga tidak terhindar dari efek simpatis. Saat stress, produksi air liur akan berkurang sehingga membuat Anda gugup atau sulit berbicara karena mulut yang kering. Otot kerongkongan pun ikut berkontraksi. Bukan tidak mungkin Anda menjadi sulit menelan. Peningkatan asam lambung membuat perut nyeri. Sementara kontraksi pada usus dapat membuat Anda diare atau sembelit.

Semua efek dari sistem hormonal maupun saraf otonom tersebut membuat tubuh Anda terasa tidak nyaman atau sakit. Anda dapat merasa cemas, jantung berdebar,  sesak napas, sakit perut, dan lain sebagainya. Efek buruk yang paling ditakutkan adalah efek terhadap jantung.

Stress hebat yang muncul tiba-tiba
dapat membahayakan jantung Anda.
Dari ketiga artikel ini, diketahui sangat banyak peningkatan aktivitas aliran darah pada tubuh saat Anda stress. Semua aliran darah dalam tubuh dikendalikan oleh jantung. Penyempitan pembuluh dalah, apalagi dikombinasikan dengan kadar lemak dalam darah yang tinggi, dapat saja menyumbat pembuluh dalah jantung Anda tersumbat (berujung pada matinya beberapa bagian jantung). Paling parah, jika tingkat stressor yang Anda dapat melebihi kemampuan jantung untuk memompa darah. Membuat jantung Anda seketika berhenti bekerja. Analoginya sederhananya adalah seperti bola lampu atau mesin air yang tiba-tiba mendapatkan listrik dengan voltase yang sangat tinggi. Tiba-tiba bola lampu atau mesin air tersebut akan rusak atau mati.

"Membuat jantung Anda seketika berhenti bekerja. Analoginya sederhananya adalah seperti bola lampu atau mesin air yang tiba-tiba mendapatkan listrik dengan voltase yang sangat tinggi. Tiba-tiba bola lampu atau mesin air tersebut akan rusak atau mati."

Bagaimana? Cukup menyeramkan  bukan?

Semua efek tersebut dapat muncul karena berbagai penyakit atau kondisi medis lain. Poin pentingnya adalah, kapan pun Anda mendapatkan masalah, baik masalah kesehatan atau masalah apapun itu, tetaplah berpikir positif. Hindari stress berkepanjangan, tetap rileks, dan biarkan tubuh Anda menghasilkan respons parasimpatisnya. Paling tidak, ketenangan pikiran dapat menurunkan efek-efek buruk yang pada tubuh Anda, dan bukan tidak mungkin dapat benar-benar menghilangkan efek buruk tersebut.




No comments:

Post a Comment